Formula Satu, disingkat F1 (atau bernama lengkap The FIA Formula One World Championship), adalah kelas balapan mobil formula tempat duduk tunggal yang tertinggi. Terdiri dari sejumlah seri balapan yang dikenal dengan istilah Grand Prix. Balapan diselenggarakan di dalam sirkuit atau jalan umum dalam kota yang ditutup untuk umum. Hasilnya menentukan dua gelar juara dunia, satu untuk pembalap dan satu lagi untuk konstruktor. Pada balapan, mobil balap dapat mencapai kecepatan 300 km/h (185 mph) yang dihasilkan oleh mesin yang dapat mencapai tenaga sebesar 900 daya kuda pada putaran mesin sekitar 18.000 rpm (per 2005).
Eropa adalah pusat tradisi Formula Satu dan tetap menjadi pusatnya hingga sekarang. Sekarang ini Grand Prix telah diadakan di seluruh penjuru dunia, dengan seri balapan baru di
Bahrain,
RRC,
Malaysia dan
Turki. Formula Satu adalah balap mobil termahal baik dalam segi produksi maupun olahraganya.
Sejarah
Seri Formula Satu berakar pada seri
grand prix motor Eropa pada sekitar
1920-an dan
1930-an. Sejumlah organisasi balap grand prix membuat sejumlah aturan untuk kejuaraan dunia sebelum
Perang Dunia II. Dengan alasan penundaan karena perang, kejuaraan dunia pembalap tidak diformalkan sampai
1947 dan berlangsung untuk pertama kalinya pada
1950. Kejuaraan dunia konstruktor kemudian menyusul pada
1958. Balapan Formula Satu tanpa gelar diselenggarakan bertahun-tahun, tetapi dikarenakan membengkaknya biaya kompetisi mengakibatkan kompetisi ini berakhir pada awal
1980-an.
Nama olahraga ini, Formula Satu, mengindikasikan bahwa ini merupakan olahraga yang paling maju dan kompetitif di antara balapan mobil formula lain.
Awal kompetisi
Juan Manuel Fangio mengendarai mobil Alfa-Romeo 159 ini untuk menjuarai seri tahun 1951.
Gelar juara dunia Formula Satu pertama kali dimenangkan oleh pembalap
Italia Giuseppe Farina dengan mobilnya
Alfa Romeo tahun
1950, dengan mengalahkan rekan setimnya, pembalap
Argentina Juan Manuel Fangio. Akan tetapi, Fangio memenangkan gelar juara dunia pada tahun
1951 dan empat kali pada enam tahun berikutnya. Fangio kemudian menjadi legenda yang mendominasi tahun-tahun pertama kompetisi Formula Satu.
Tahun 1962, Lotus memperkenalkan mobil dengan rangka aluminium yang dikenal dengan istilah
monocoque yang menggantikan rangka tubular tradisional. Penemuan ini kemudian menjadi langkah kemajuan teknologi besar sejak penemuan mobil mid-engines. Tahun
1968 adalah tahun pertama kalinya olahraga ini memakai sponsor yaitu dimulai dengan Lotus yang mengecat "Imperial Tobacco" di mobilnya.
Aerodinamika gaya tekan kebawah (
downforce) secara perlahan memainkan peranan penting dalam perancangan mobil, dimulai dengan munculnya
aerofoil tahun
1960-an. Akhir tahun 1970, Lotus memperkenalkan aerodinamika efek tanah (
ground effect) yang menghasilkan gaya tekan yang bagus sehingga meningkatkan kecepatan di tikungan (konsep ini pernah diujicoba sebelumnya oleh
Jim Hall dengan tim
IndyCar-nya pada tahun 1960-an.
Kepopuleran
Tahun 1981 dikenal sebagai awal dari adanya
Concorde Agreement, sebuah kontrak yang mengikat tim-tim untuk berkompetisi sampai masa berakhirnya kontrak. Kontrak itu juga berisi tentang pembagian sama rata atas keuntungan yang didapat dari hasil penjualan hak televisi. Merupakan tanda berakhirnya
Perang FISA-FOCA. Concorde Agreement yang kedua ditandatangani pada 1992 dan yang ketiga pada 1997 dimana akan berakhir pada akhir 2007.
Tim F1 Renault memperkenalkan mesin turbocharged pada tahun
1977 yang dapat menghasilkan lebih dari 700
bhp. Pada tahun-tahun berikutnya, khususnya
1987, mobil-mobil Formula Satu dapat menghasilkan lebih dari 1.000 bhp. FIA kemudian memberlakukan aturan kapasitas tanki bahan bakar pada
1984 dan kemudian melarang mesin turbocharged tahun
1989 untuk membatasi kecepatan mobil yang semakin meningkat.
Awal 1990 ditandai dengan diperkenalkannya alat bantu elektronik seperti
power steering,
traction control dan
gearbox semi otomatis. FIA, dikarenakan banyaknya komplain mengenai hasil balapan yang lebih ditentukan oleh teknologi dibandingkan keahlian pembalap, melarang beberapa alat bantu tersebut pada
1994. Walaupun demikian banyak pengamat berpendapat bahwa larangan atas alat bantu pembalap tersebut tidak berarti sama sekali karena FIA tidak mempunyai teknologi atau metode untuk menghilangkan fitur-fitur tersebut dari kompetisi.
Tim
McLaren dan
Williams mendominasi balapan
1980-an dan
1990-an.
Honda dan McLaren mendominasi banyak pada 1980-an, sementara tim Williams yang diperkuat mesin Renault memenangi beberapa gelar juara dunia pertengahan 1990-an. McLaren kemudian kembali pada akhir 1990-an. Pertarungan antara legenda
Senna dan
Prost menjadi pusat perhatian pada
musim 1988 dan berlanjut sampai akhir 1993 dimana Prost menyatakan untuk pensiun.
Ayrton Senna secara tragis tewas pada tabrakan di
Grand Prix F1 San Marino 1994. Sejak itu banyak langkah diambil
FIA untuk meningkatkan standar keamanan. Tidak ada pembalap yang tewas di balapan sejak saat itu.
Pembalap dari McLaren, Williams,
Renault (dulunya bernama
Benetton) dan
Ferarri merupakan empat tim teratas yang memenangi gelar juara dunia dari 1984 sampai saat ini. Karena kemajuan teknologi sejak 1990-an, biaya kompetisi Formula Satu juga meningkat. Kedua hal ini mengakibatkan tim-tim lainnya mengalami kesulitan tidak hanya untuk bertahan dalam kompetisi namun untuk bertahan dalam bisnis. Masalah keuangan mengakibatkan beberapa tim untuk mundur. Sejak 1990, 28 tim telah mundur dari kompetisi Formula Satu. Salah satunya yang terjadi akhir-akhir ini adalah mundurnya
tim Jordan.
F1 Modern
Keselamatan adalah satu hal penting di era F1 modern.
Banyak rekor telah dipecahkan pada kompetisi di abad ke-21, khususnya di tangan
Michael Schumacher,
Fernando Alonso,
Lewis Hamilton, dan
Sebastian Vettel. Awal tahun 2000 merupakan tahun dominasi
Michael Schumacher dan tim
Ferarri. Pada tahun
2001, Schumacher memecahkan rekor untuk kemenangan terbanyak; rekor sebelumnya dipegang oleh
Alain Prost, dengan 51 kemenangan. Pada tahun
2002, Schumacher mencatat rekor klaim juara paling awal dengan menjuarai
Grand Prix F1 Perancis 2002 pada bulan Juli tahun itu. Tahun
2003, Schumacher mengklaim gelar juara dunianya yang ke-6, mengalahkan pemegang rekor sebelumnya
Juan Manuel Fangio yang memegang gelar juara dunia lima kali. Rekornya sekarang adalah 7 gelar juara dunia. Tahun
2008 Sebastian Vettel menjadi pembalap termuda yang menempati posisi pertama (
pole position) saat memimpin babak kualifikasi pada
Grand Prix F1 Italia 2008, dan pada besoknya ia menjadi juara balapan termuda dalam sejarah.
Format kualifikasi berganti beberapa kali pada kompetisi tahun 2003. Salah satunya adalah keharusan bagi pembalap untuk memulai balapan dengan jumlah bahan bakar yang sama setelah kualifikasi, yang memaksa tim untuk mencari strategi baru. Peraturan lainnya yaitu pembatasan pemakaian mesin yang sama untuk dua kali balapan. Pembalap yang mengganti mesinnya akan mendapatkan penalti memulai balapan dari posisi paling belakang. Pembalap juga tidak diperkenankan untuk mengganti ban selama balapan berlangsung, kecuali untuk mengganti ban yang rusak sehingga dapat berisiko pada keselamatan pembalap.
Beberapa seri balapan di abad ke-21 juga mempunyai beberapa kontroversial dan skandal. Pada
seri Australia tahun 2002,
Rubens Barrichello, rekan setim Schumacher di Ferrari yang sedang memimpin diperintahkan untuk membiarkan Schumacher untuk mengambil alih pimpinan lomba. FIA kemudian merespon dengan melarang
team order di peraturan yang baru. Pada
Grand Prix F1 Amerika Serikat 2005 di sirkuit
Indianapolis, kompetisi hanya diikuti tiga tim dari keseluruhan 10 tim ketika pabrikan ban
Michelin menginformasikan bahwa ban buatannya tidak cukup aman untuk digunakan dalam lomba, sehingga menyebabkan semua tim yang menggunakan bannya untuk tidak mengikuti lomba. Hal tersebut dikarenakan FIA menolak untuk mengganti peraturan mengenai ban.
Awal tahun 2000, badan administrasi Formula Satu pimpinan Bernie Ecclestone membuat sejumlah merek dagang termasuk logo resmi dan situs web resmi untuk memberikan Formula Satu identitas perusahaan.
Tahun 2005 menandakan berakhirnya era mesin 10 silinder yang digunakan selama lebih dari dua dekade. Mesin baru bersilinder 8 direncanakan untuk diperkenalkan pada awal musim kompetisi 2006.
Strategi
Sebuah seri balapan Formula Satu dilaksanakan pada akhir minggu, dimulai dengan dua kali latihan bebas pada hari Jumat dan dua kali latihan bebas pada hari Sabtu.
Pembalap ketiga diijinkan untuk turun pada latihan bebas untuk tim yang finish pada seri balapan sebelumnya di posisi 5 kebawah. Setelah sesi latihan, dilaksanakan sesi kualifikasi yang dimulai dengan
flying lap (dimana pembalap diukur waktunya dalam menempuh sekali putaran dalam trak yang kosong diukur dari gari start) yang menentukan posisi pembalap pada sesi lomba pada hari Minggu. Pembalap yang menempuh waktu tercepat pada babak kualifikasi mendapatkan
pole position dan pembalap yang terlambat akan menempati posisi terakhir.
Lomba dimulai dengan putaran formasi pemanasan (warm up) setelah itu mobil kembali pada urutan yang sesuai di garis start sesuai hasil kualifikasi sebelumnya. Jika seorang pembalap mengalami stall sebelum putaran pemanasan dan dilewati sisa pembalap lainnya, ia harus memulai lomba dengan start dari posisi paling belakang. Selama ia bisa bergerak dan sedikitnya satu mobil masih di belakangnya, ia dapat menempati posisinya.
Sebuah sistem lampu di atas lintasas akan memberikan sinyal untuk lomba dimulai. Jarak yang ditempuh sekitar 300 kilometer (180 mil) dan dibatasi untuk selama dua jam. Sesi latihan hanya sekitar 90 menit. Selama lomba berlangsung, pembalap dapat melakukan satu atau lebih
pit stop untuk melakukan penggantian ban atau komponen yang rusak.
FIA memberikan nilai kepada delapan pembalap tercepat dan kepada timnya setiap seri balapan. Berturut-turut nilai yang diberikan adalah 25-18-15-12-10-8-6-4-2-1 (juara mendapatkan nilai 25, pembalap kedua mendapatkan nilai 18, dan seterusnya). Juara dunia satu musim adalah pembalap dan tim yang mendapatkan nilai tertinggi pada akhir musim kompetisi.
Pembalap dan konstruktor
Tim Formula Satu membangun sendiri kendaraan yang dipakai untuk berkompetisi. Istilah "konstruktor" dapat diartikan sebagai tim-tim tersebut. Persyaratan inilah yang membedakan olahraga ini dengan seri-seri balapan lain seperti Indy Racing League, Champ Car, dan NASCAR, yang memperbolehkan mereka untuk membeli kendaraan, dan seri-seri seperti GP2, yang mengharuskan satu jenis kendaraan untuk semua tim. Pada tahun-tahun pertama, tim-tim Formula Satu juga membuat sendiri mesin yang dipakai. Sekarang ini hal tersebut semakin jarang terjadi dikarenakan keterlibatan pabrikan-pabrikan mobil utama seperti BMW, DaimlerChrysler, Renault, Toyota, dan Honda.Sejak menghilang pada awal 1980-an, tim pabrikan kembali lagi pada 1990-an dan 2000-an.
Toyota,
Ferrari (
FIAT) dan
Renault telah memiliki tim sendiri.
BMW mengikuti langkah tersebut dengan membeli bekas tim
Sauber.
Honda akhir-akhir ini juga telah memiliki pengaruh atas bekas
British American Racing. Pabrikan mesin seperti
DaimlerChrysler menyediakan mesin dan menjadi sponsor bagi tim-tim lainnya dengan balasan iklan pada baju dan mobil. Pabrikan lainnya memilih menjadi penyedia mesin komersial seperti
Cosworth.
Lomba
Formula Satu musim 1950 terdiri dari 18 tim. Dikarenakan biaya yang makin membengkak, banyak yang keluar dari persaingan dengan cepat.
Scuderia Ferrari menjadi satu-satunya tim yang berkompetisi sejak
1950. Per 2005 hanya sepuluh tim yang tersisa, setiap tim menyediakan dua mobil. Walaupun setiap tim merahasiakan informasi mengenai anggaran dana mereka, tetapi diperkirakan anggaran tersebut berkisar antara 75 juta
USD sampai 500 juta USD untuk setiap timnya.
Untuk menjadi tim baru di kejuaraan dunia Formula Satu membutuhkan dana 25 juta poundsterling (sekitar 50 juta USD) yang dibayarkan dimuka kepada
FIA, yang kemudian dibayarkan kembali kepada tim tersebut akhirnya. Sebagai konsekuensinya, konstruktor yang ingin memasuki kompetisi Formula Satu seringkali lebih suka membeli tim yang sudah ada seperti:
B.A.R. yang membeli
Tyrrell dan
Midland yang membeli
Jordan.
Setiap mobil diberikan nomor. Juara dunia musim sebelumnya diberikan nomor 1, rekan setimnya diberikan nomor 2. Nomor-nomor berikutnya diberikan sesuai dengan posisi masing-masing konstruktor pada musim sebelumnya. Pengecualian diberikan jika juara dunia sebelumnya tidak lagi ikut berkompetisi. Nomor
13 tidak digunakan sejak 1974. Sebelum 1996, hanya juara dunia pembalap dan timnya yang bertukar angka dengan juara musim sebelumya. Sisanya tetap menggunakan nomor yang sama dengan musim sebelumya, dimana nomor-nomor tersebut ditetapkan pada musim 1974. Contohnya untuk beberapa tahun, Ferrari menggunakan nomor 27 dan 28, tidak peduli berapapun posisi yang mereka raih pada kompetisi. Seiring dengan bergabungnya tim-tim baru pada awal 1990-an, nomor-nomor kemudian secara rutin diacak kembali sampai sistem yang sekarang berlaku sejak 1996.
Michael Schumacher memegang rekor untuk pembalap yang paling sering menjadi juara dunia (tujuh kali) dan
Scuderia Ferrari memegang rekor konstruktor yang paling sering menjadi juara dunia (14 kali).
Grand Prix
Jumlah Grand Prix yang diselenggarakan di setiap musim balapan berubah-ubah sepanjang waktu. Musim pertama tahun 1950 terdiri dari 7 sesi dan terus bertambah sepanjang waktu. Sejak 1980 jumlah sesi balap bertahan di 16 atau 17 seri dan kemudian mencapai 19 seri di tahun
2005.
Umumnya, setiap negara menjadi tuan rumah grand prix sekali dalam setiap musim yang membawa nama negara tersebut ke pentas internasional. Dengan pengecualian
Jerman yang menyelenggarakan dua seri balap setiap musim. Satu di antaranya adalah
Grand Prix Eropa.
Sirkuit yang digunakan untuk balapan bisa berbeda dari satu musim ke musim berikutnya.
Grand Prix Inggris contohnya diselenggarakan setiap tahun sejak 1950 telah rutin berganti antara
Brands Hatch dan
Silverstone mulai tahun 1963 sampai 1986. Satu-satunya seri balapan yang ada dalam setiap musim kompetisi adalah
Grand Prix Italia. Seri Italia selalu diadakan di
Monza, dengan satu pengecualian pada tahun 1980 dimana seri tersebut diadakan di
Imola (yang sekarang menjadi sirkuit dari
Grand Prix San Marino).
Salah satu seri balapan terbaru adalah yang diadakan di
Bahrain dimana menjadi penyelenggaraan balapan F1 pertama di
Timur Tengah.
Sirkuit
Pit lane, tempat dimana pembalap berhenti untuk mengisi bahan bakar selama balapan dan tempat tim bekerja sebelum balapan dimulai umumnya berada di samping garis start. Tempat lainnya di sirkuit berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Umumnya sirkuit yang dipakai menggunakan arah searah jarum jam. Sirkuit yang memakai arah berlawanan dengan arah jarum jam dapat menyebabkan masalah pada leher pembalap karena gaya yang ditimbulkan oleh mobil-mobil F1. Beberapa tikungan-tikungan pada sirkuit-sirkuit F1 diberi nama seperti tikungan
Eau Rouge di
Spa-Francorchamps, tikungan Tamburello di
Imola, Curva Grande di
Monza, dan yang terkenal akhir ini adalah tikungan ke-13 di
Indianapolis, dikenal sebagai tikungan tercepat dalam olahraga ini.
Kebanyakan sirkuit yang digunakan sekarang ini adalah sirkuit yang khusus dibuat untuk kompetisi F1. Satu-satunya sirkuit yang menggunakan jalan raya umum adalah
Circuit de Monaco, yang digunakan
Grand Prix Monako. Glamour dan sejarah balapan Monako merupakan alasan satu-satunya kenapa sirkuit tersebut masih digunakan sekarang ini karena sirkuit itu dianggap tidak memenuhi standar keselamatan yang diminta. Juara dunia tiga kali
Nelson Piquet pernah menggambarkan balapan di Monako seperti "mengendarai sepeda di ruang tamu Anda".
Sirkuit Formula Satu modern memiliki area kosong yang luas, jebakan kerikil dan penghalang ban untuk mengurangi risiko dalam kecelakaan. FIA memerintahkan beberapa perubahan terhadap sirkuit-sirkuit setelah kematian dari
Ayrton Senna dan
Roland Ratzenberger di
Imola selama musim 1994.
Masa depan Formula Satu
Perubahan dan proposal perubahan aturan akhir-akhir ini ditujukan untuk menghilangkan "perang ban" yang dikritik telah memindahkan lomba dari kompetisi pembalap ke kompetisi ban.
Formula Satu sempat mengalami masa-masa sulit pada awal 2000-an. Fans mengekspresikan kehilangan minat mereka karena dominasi dari
Michael Schumacher dan Scuderia Ferrari. Pada masa sekarang ini,
FIA dibebani tanggung jawab untuk membuat aturan yang dapat mengurangi biaya yang makin meningkat sehingga dapat memengaruhi tim-tim kecil serta aturan untuk meningkatkan keselamatan pembalap.
Perubahan lokasi
Dalam rangka untuk meningkatkan citra olahraga ini sebagai kejuaran dunia, presiden
FOM Bernie Ecclestone telah merencanakan sejumlah grand prix untuk diadakan di sejumlah negara baru. Per
2005, perubahan ini telah menghasilkan pengurangan satu seri balapan,
Grand Prix Austria yang terakhir diadakan pada
2003. Akan tetapi beberapa tim telah menyatakan keinginan agar kalender kompetisi dipersingkat sehingga masa depan seri balapan seperti
Grand Prix Inggris,
Grand Prix Perancis dan
Grand Prix San Marino semakin diragukan.
Grand Prix Turki pertama kali diadakan dalam musim 2005 di
IstanbulPark. Kemudian sebuah
Grand Prix Meksiko sudah direncanakan untuk diadakan tahun 2006, selain itu Ecclestone juga sudah menyatakan akan membawa F1 ke
Afrika Selatan dalam lima tahun kedepan. Ia juga menyatakan keinginannya untuk menyelenggarakan Grand Prix Rusia di
Moskow atau
St Petersburg dalam waktu mendatang. Ratifikasi
Uni Eropa tentang pelarangan iklan
tembakau yang mulai berlaku pada
31 Juli 2005 semakin memaksa para produsen produk tembakau yang menjadi sponsor olahraga untuk beralih ke lokasi di luar
Eropa.
Perubahan peraturan
Demi keselamatan, FIA telah membuat sejumlah perubahan pada peraturan mulai
musim 2005, termasuk larangan pergantian ban. Untuk memangkas biaya, aturan setiap mesin harus digunakan untuk dua kali balapan diperkenalkan. Kedua isu tersebut, keselamatan dan biaya adalah dua garis besar yang membawahi sejumlah peraturan yang akan dibuat.
Pola babak kualifikasi sekarang menjadi sekali menggantikan pola lama yang digunakan sejak awal musim 2005 sampai
Grand Prix Eropa yang terdiri dari dua kali kualifikasi, Sabtu dan Minggu pagi, dengan posisi start ditukar antara yang pertama dengan yang kedua berdasarkan waktu rata-rata yang dicapai pembalap. Akan tetapi pola babak kualifikasi sekarang ini masih tidak disukai oleh baik pembalap maupun tim.
Mulai musim 2006, penggunaan mesin akan menurun yakni jenis 2,5L
V8 menggantikan 3.0L
V10. Tetapi beberapa tim diijinkan untuk tetap menggunakan mesin V10 dengan beberapa pembatasan untuk mengurangi biaya. Kedepannya, FIA bermaksud untuk membuat pembatasan-pembatasan dan standarisasi peralatan elektronik dan ban.
Kedepannya, beberapa perubahan radikal akan dibuat. Pada
5 Mei 2005, FIA mengusulkan konsep sayap belakang baru yang akan menghilangkan sayap belakang tunggal yang sekarang dipakai dan akan diganti dengan sayap-sayap baru menyerupai kotak dan akan dipasang di belakang masing-masing ban belakang. Perubahan ini direncanakan berlaku pada
2007.
[1]Pada
24 Oktober 2005, komisi Formula Satu memutuskan untuk mengganti sistem kompetisi ke sistem "KO". Pada akhir 15 menit pertama, 5 mobil terlambat tidak diperbolehkan melanjutkan babak kualifikasi. Mobil-mobil ini kemudian akan menempati 5 posisi terbelakang berdasarkan urutan waktu yang dicapai masing-masing mobil. Waktu yang dicapai sisa 15 mobil lainnya kemudian akan dihitung ulang. Pada akhir 15 menit kedua, 5 mobil terlambat kembali tidak diperbolehkan melanjutkan babak kualifikasi dan akan menempati posisi 11 sampai 15 menurut waktu masing-masing mobil. Waktu yang dicapai sisa 10 mobil lainnya akan dihitung ulang. Kemudian untuk 20 menit terakhir adalah untuk menentukan posisi kesepuluh mobil yang tersisa berdasarkan waktu yang dicapai masing-masing mobil. Perubahan ini direncanakan akan berlaku mulai musim 2006.
[2]Juga pada musim 2006, penggantian ban waktu pit stop kembali diperbolehkan. Dasar pertimbangannya adalah dengan pengurangan kapasitas mesin akan mengurangi kecepatan. Pembalap juga diperbolehkan memiliki lebih banyak cadangan ban dibandingkan dengan musim 2005. Tujuh set ban cuaca kering, empat set ban cuaca hujan dan tiga set ban cuaca ekstrem. Pembalap kemudian diharuskan untuk memilih jenis ban cuaca kering sebelum kualifikasi dimulai.
Tim-tim kecil
Jordan dan
Minardi sama-sama tergantung kepada mesing-mesing Ford
Cosworth. Jordang kemudian mempertimbangkan untuk menggunakan mesing
Toyota, sementara Minardi tetap menggunakan mesin Cosworth dibawah pemilik baru Cosworth.
Pada musim 2006, Jordan akan berganti nama menjadi
Tim F1 Midland. Bulan Juni 2005, BMW membeli saham mayoritas
Sauber dan berniat menjadikan timnya sebagai tim pabrikan pada musim 2006. Sebagai hasilnya tim Williams akan menghentikan kerjasamanya dengan BMW dan memilih untuk menggunakan mesin Cosworth pada 2006.
Tim lain
Tim F1 Super Aguri dijadwalkan untuk bergabung dengan F1 pada 2006. Tim ini dinamakan sesuai dengan pendirinya
Aguri Suzuki, yang pernah menjadi pembalap F1 dan berpartisipasi dalam 88 kali balapan. Tim ini diperkirakan akan mengontrak bekas pembalap
BAR Takuma Sato. Mesin kemudian akan disediakan oleh Honda. Sementara itu pada November 2005, mereka telah mengadakan negosiasi dengan bekas pemimpin tim Minardi
Paul Stoddart mengenai pembelian rangka untuk kendaraan mereka, yang kemungkinan akan menggunakan model
Arrows tahun 2002.
Penayangan di Indonesia
Pada tahun 1990, Formula 1 mulai dikenal luas di
Indonesia dan disiarkan oleh
RCTI (dikenal dengan Marlboro World of Sport) dan waktu itu masih menyiarkan highlights hingga 1992. Pada 1993 sampai 1995, RCTI mengubah siaran highlight Formula 1 ke siaran tunda pada jam 23.00 WIB (kecuali siaran langsung di Argentina, Brasil dan Kanada). Pada 1996, RCTI menayangkan Formula 1 secara langsung di Argentina, Australia, Monako, Kanada dan Jepang). Pada 1997, siaran Formula 1 berpindah sementara ke
ANteve dan menyiarkan secara langsung selama satu musim. Pada 1998, hak siar Formula 1 berpindah kembali ke
RCTI dan menyiarkan beberapa balapan tunda hingga 2001. Memasuki 2002, hak siar F1 berpindah ke
TPI dan menyiarkan seluruh GP langsung dan kualifikasi juga disiarkan langsung hingga 2003. Pada 2004, TPI kembali menyiarkan Formula 1 secara langsung untuk sesi balap, beberapa siaran langsung kualifikasi (Australia, Malaysia, Kanada, Amerika Serikat, Cina, Jepang dan Brasil) dan siaran tunda (khusus untuk seri Timur Tengah dan Eropa). Pada 2005, hak siar F1 pindah ke
Global TV dan menyiarkan siaran langsung selama 6 musim (kecuali Kanada 2008 dan Spanyol 2010) dan meniarkan langsung sampai sekarang.
| Tahun | Saluran TV | Kualifikasi | Balapan | Catatan |
| 1963–1989 | TVRI | ? | ? | Stasiun televisi Indonesia pertama yang menyiarkan Formula Satu |
| 1990–1992 | RCTI | Tidak | Highlight | Dikenal dengan Marlboro World of Sport |
| 1993–1995 | RCTI | Tidak | Siaran tunda | Pada jam 23.00 WIB (kecuali siaran langsung di Argentina, Brasil dan Kanada) |
| 1996 | RCTI | Tidak | Langsung | Di Argentina, Australia, Monako, Kanada, dan Jepang. Di Monako, siaran Berita Nasional TVRI ditunda ke pukul 20.30 WIB. |
| 1997 | ANteve | Tidak | Langsung |
|
| 1998 | Tidak disiarkan karena Krisis finansial Asia 1997 |
| 1999–2001 | RCTI | Tidak | Siaran tunda |
|
| 2002–2003 | TPI | Langsung | Langsung | Dikenal dengan TPI Sport (2002) dan Racing World (2003-2004) |
| 2004 | TPI | Langsung | Langsung | Kualifikasi disiarkan tunda di seri Timur Tengah dan Eropa karena benturan dengan KDI |
| 2005–2007 | Global TV | Langsung | Langsung | Kualifikasi 2005 disiarkan pada hari Minggu dari seri Australia hingga Monako
Kualifikasi 2005 disiarkan pada hari Sabtu dari seri Eropa hingga Cina |
| 2008–sekarang | Global TV | Siaran tunda | Langsung | Kualifikasi disiarkan langsung di seri Kanada dan Brasil (kecuali Kanada 2008)
Seri Kanada 2008 disiarkan tunda karena benturan dengan pertandingan Euro 2008 antara Jerman dan Polandia
Seri Spanyol 2010 disiarkan tunda karena benturan dengan IKCA 2010 |